Google Ads tahu siapa yang beli: kirim closing WhatsApp ke Google Ads dalam 1 menit

Google Ads tahu siapa yang beli: kirim closing WhatsApp ke Google Ads dalam 1 menit

0:59

Google Ads tahu siapa yang beli: kirim closing WhatsApp ke Google Ads dalam 1 menit • 0:59

Tonton di YouTube

GA4 ke Google Ads: Sync Konversi Step-by-Step (UI 2026)

Konektor.id mengirim konversi dari lead WhatsApp ke Google Ads lewat dua jalur. Jalur pertama mengunggah langsung ke Google Ads memakai Google Ads API dan gclid dari klik iklan. Jalur kedua mengirim event ke GA4, lalu Anda mengimpornya ke Google Ads. Anda memilih jalur di kolom Mode Pengiriman pada Tracking Website.

Panduan ini menjelaskan alur GA4 → Google Ads untuk sinkronisasi konversi menggunakan tampilan UI 2026. Dengan alur ini, konversi yang dikirim Konektor ke GA4 bisa diimpor ke Google Ads untuk optimasi bidding dan laporan yang lebih akurat.

Apa saja prasyarat untuk mengirim konversi ke Google Ads?

  • Akses Admin di GA4 Property dan Google Ads.
  • Event konversi sudah muncul di GA4 Realtime.
  • Auto-tagging aktif di Google Ads.
  • Akun GA4 dan Google Ads bisa saling ditautkan.

Metode apa yang tersedia untuk mengirim data ke Google?

Konektor mendukung dua metode pengiriman data ke Google:

  1. Google Analytics 4 (GA4) Measurement Protocol: Direkomendasikan untuk alur website-first yang tagging GA4-nya konsisten, lalu import ke Google Ads.
  2. Google Ads API (Offline Conversion): Direkomendasikan untuk kebutuhan offline conversions, landing-to-WhatsApp, dan optimasi CRM-style lead yang lebih spesifik.

Ringkasan event, syarat, dan batas unggahan langsung ada di software tracking iklan Google.

Cara Aktifkan Mode Google Ads API di Konektor

Gunakan mode ini jika Anda ingin mengirim konversi langsung ke Google Ads (offline conversions), tanpa lewat GA4.

Rekomendasi Default

Gunakan mode GA4 sebagai default hanya jika landing page Anda konsisten mengirim event GA4 dan ga_client_id selalu tersedia saat konversi dipicu. Untuk alur landing -> WhatsApp, rotator, atau optimasi lead dari CRM, mode Google Ads API biasanya lebih stabil.

Status `skipped`

Di mode GA4, Konektor membutuhkan ga_client_id saat event dikirim. Identifier seperti gclid, wbraid, gbraid, atau data enhanced conversion tetap penting untuk attribution, tetapi tidak menggantikan ga_client_id pada jalur ini. Jika data minimum tidak cukup, event akan ditandai sebagai skipped.

Status sinkronisasi di Log pengiriman

Untuk jalur GA4 maupun Google Ads API (Offline Conversion), Konektor mencatat hasil detail di Log pengiriman:

  • accepted: Google menerima payload.
  • partial_failure: request diterima, tetapi ada sebagian data yang ditolak atau warning yang perlu dicek.
  • failed: request gagal sebelum diterima Google.
  • skipped: event tidak dikirim karena identifier, consent, atau konfigurasi belum cukup.

1. Siapkan Google Ads Integration

  1. Buka Analitik Iklan > Biaya Iklan, lalu klik Kelola Koneksi.
  2. Pilih tab Google Ads (Beta).
  3. Hubungkan akun Google Ads yang digunakan untuk iklan.
  4. Pastikan status integrasi Aktif.

2. Ambil ID jenis konversi

  1. Buka Google Ads > Goals > Conversions.
  2. Klik conversion action yang ingin dipakai.
  3. Setelah halaman detail terbuka, lihat URL di browser.
  4. Cari bagian ctId=123456789 di alamat itu.
  5. Angka setelah ctId= adalah ID jenis konversi yang dipakai untuk mode Google Ads API.

Jangan tertukar

ID jenis konversi diambil dari alamat halaman detail conversion action (angka setelah ctId=). Ini bukan Conversion ID dan bukan Conversion Label dari bagian Tag setup.

3. Aktifkan Mode di Pixel Konektor

  1. Buka Tracking Website.
  2. Klik Tambah platform iklan, atau klik Ubah pada menu baris platform Google yang sudah ada.
  3. Pilih Mode Pengiriman: Google Ads API (Offline Conversion).
  4. Pilih Google Ads Integration yang sudah aktif.
  5. Masukkan ID jenis konversi.
  6. Simpan.

4. Verifikasi

  1. Ubah status lead (misal dari new ke qualified) agar memicu event.
  2. Cek Google Ads > Goals > Conversions sampai status Recording.
  3. Tunggu 24–48 jam untuk data konversi pertama muncul.

Bagaimana menghubungkan akun Google Ads lewat akun manager (MCC)?

Pakai langkah ini jika akun iklan Google Ads Anda dikelola lewat akun manager (MCC), misalnya oleh agensi. Akun Google yang Anda pakai untuk login harus punya akses ke akun manager, atau langsung ke akun iklan.

  1. Buka Analitik Iklan > Biaya Iklan, lalu klik Kelola Koneksi.
  2. Pilih Google Ads (Beta), lalu klik Tambah Akun Baru > Google Ads (Beta).
  3. Login dengan akun Google yang punya akses ke akun manager.
  4. Pada halaman Select Google Ads Account, pilih akun iklan yang menjalankan kampanye. Akun manager tidak tampil di daftar.
  5. Klik Next, pilih Import History (Backfill), lalu klik Connect & Sync.
  6. Buka Tracking Website, edit platform Google, pilih Google Ads API (Offline Conversion) pada Mode Pengiriman, pilih akun tadi di Google Ads Integration, lalu isi ID jenis konversi dari akun iklan yang sama.

Catatan:

  • Konektor menampilkan semua akun iklan di bawah akun manager, termasuk akun di bawah sub-manager.
  • Konektor mengirim konversi ke akun iklan yang Anda pilih. Buat conversion action di akun iklan itu, bukan di akun manager.
  • Jika akun Google Anda juga punya akses langsung ke akun iklan, Konektor memakai akses langsung itu.
SituasiYang perlu dilakukan
Pesan "Tidak bisa mengakses akun Google Ads. Pastikan akun yang login punya akses Ads atau gunakan akun manager (MCC)." atau "No Google Ads accounts found for this user."Akun Google itu tidak punya akses ke akun iklan mana pun. Minta pemilik akun manager menambahkan email Anda, lalu klik Retry Login.
"Session expired. Please try connecting again."Klik Retry Login.
Akun manager tidak ada di daftarIni normal. Pilih akun iklan di bawahnya.
Badge InactiveAkun iklan itu tidak aktif di Google Ads. Pilih akun yang aktif.
Baris Google gagal di Log pengirimanPastikan ID jenis konversi berasal dari akun iklan yang sama dengan akun yang Anda pilih.

Mengapa Auto-tagging wajib menyala?

Agar tracking server-side berfungsi, Anda wajib mengaktifkan Auto-tagging di akun Google Ads Anda.

  1. Buka Google Ads > Settings > Account Settings.
  2. Buka bagian Auto-tagging.
  3. Centang "Tag the URL that people click through from my ad".
  4. Save.

Ini akan menambahkan parameter ?gclid=... di setiap klik iklan, yang akan ditangkap oleh Konektor.

Support Google Maps & iOS (WBRAID/GBRAID)

Konektor sepenuhnya mendukung tracking dari Google Maps (Local Search Ads) dan inventory Google lainnya (YouTube, Gmail) yang mungkin tidak menghasilkan gclid karena kebijakan privasi (terutama di iOS).

Sistem secara otomatis mendeteksi dan menyimpan parameter berikut sebagai traffic Google:

  • gclid: Klik standar dari Search/Display.
  • wbraid: Web measurement (sering muncul dari Google Maps/YouTube di iOS).
  • gbraid: App measurement.

Cara Membedakan Traffic Google Maps

Traffic dari Google Maps bisa diidentifikasi dengan dua sinyal:

  1. WBRAID (iOS): Pengguna iOS yang klik iklan di Maps seringkali membawa parameter wbraid (bukan gclid).
  2. Site Source Name (Network): Jika Anda menggunakan template UTM di atas, Konektor akan otomatis memetakan parameter network={network} ke kolom Site Source Name di database leads:
    • google_search_partners: Kemungkinan besar Google Maps (atau partner search lainnya).
    • google_search: Google Search biasa.
    • google_display: Google Display Network.

Pastikan URL iklan di Google Maps juga menggunakan template UTM yang sama (Auto-tagging akan menangani sisanya).

Template UTM Google Ads

Tempelkan template ini ke field Tracking Template di Account Level agar otomatis berlaku untuk semua campaign. Jangan menambahkan gclid secara manual karena Auto-tagging akan mengisinya otomatis.

{lpurl}?utm_source=google&utm_medium=cpc&utm_campaign={_campaignname}&utm_term={keyword}&utm_content={creative}&campaign_id={campaignid}&campaign_name={_campaignname}&ad_group_id={adgroupid}&ad_group_name={_adgroup}&ad_id={adid}&creative_id={creative}&matchtype={matchtype}&network={network}&device={device}&ad_account_id=YOUR_AD_ACCOUNT_ID

Isi ad_account_id dengan Customer ID Google Ads Anda.

Cara Pasang di Level Account

  1. Buka Google Ads > Admin > Account Settings.
  2. Buka bagian Tracking.
  3. Paste template di atas ke kolom Tracking template.
  4. Klik Save.

Cara Menambahkan Custom Parameter

Karena Google Ads tidak memiliki makro otomatis untuk Nama Campaign ({campaignname}) dan Nama Ad Group ({adgroupname}) yang konsisten di semua jenis campaign, kita menggunakan Custom Parameters.

1. Level Campaign ({_campaignname})

  1. Pilih Campaign > Settings.
  2. Scroll ke bawah, buka Additional settings.
  3. Buka Campaign URL options.
  4. Di bagian Custom parameters, tambahkan:
    • Name: _campaignname
    • Value: (Isi nama campaign Anda, misal promo_lebaran)
  5. Save.

2. Level Ad Group ({_adgroup})

  1. Pilih Ad Group > Settings.
  2. Buka Ad group URL options.
  3. Di bagian Custom parameters, tambahkan:
    • Name: _adgroup
    • Value: (Isi nama ad group Anda, misal target_jakarta)
  4. Save.

Opsional (GA4 Manual Tagging): Tambahkan parameter berikut jika Anda ingin pelaporan GA4 lebih detail:

  • utm_id
  • utm_source_platform
  • utm_creative_format
  • utm_marketing_tactic

1. Dapatkan Measurement ID & API Secret

  1. Buka Google Analytics > Admin > Data Streams.
  2. Klik stream website Anda.
  3. Copy Measurement ID (contoh: G-ABC12345).
  4. Scroll ke bawah, klik Measurement Protocol API secrets.
  5. Create new secret, beri nama "Konektor", lalu copy Secret Value.

2. Input di Konektor

  1. Buka Pelacakan & Iklan > Tracking Website.
  2. Klik Tambah platform iklan, lalu pilih Google Ads.
  3. Di Mode Pengiriman, pilih GA4 Measurement Protocol.
  4. Isi Measurement ID (GA4) dan API Secret.
  5. Klik Simpan.
  6. Buka menu baris, lalu klik Uji kirim.

3. Pastikan Event GA4 Tercatat

  1. Buka GA4 > Reports > Realtime.
  2. Trigger event dari website Anda (form submit, purchase, dll).
  3. Pastikan event muncul dengan nama yang sesuai, misalnya generate_lead.

Catatan untuk mode GA4

Untuk jalur Google GA4, Konektor membutuhkan ga_client_id saat event dikirim. Jika flow Anda adalah landing -> WhatsApp dan identifier GA4 telat atau tidak selalu menempel, pertimbangkan memakai Google Ads API (Offline Conversion) untuk optimasi bidding.

4. Tandai Event sebagai Key Event

  1. Buka GA4 > Admin > Events.
  2. Temukan event yang ingin dihitung sebagai konversi.
  3. Aktifkan toggle Mark as key event.

5. Hubungkan GA4 ke Google Ads (UI 2026)

  1. Buka GA4 > Admin > Product Links > Google Ads Links.
  2. Klik Link lalu pilih akun Google Ads yang sesuai.
  3. Aktifkan Personalized Advertising jika tersedia.
  4. Simpan sampai status link menjadi Active.

6. Import Key Event ke Google Ads (UI 2026)

  1. Buka Google Ads > Goals > Conversions > Summary.
  2. Klik New Conversion Action.
  3. Pilih Import > Google Analytics 4 properties.
  4. Pilih key event yang ingin diimpor (misal: purchase, generate_lead).
  5. Set Primary jika ingin dipakai untuk optimasi bidding.
  6. Sesuaikan Value, Count, dan Conversion Window sesuai model bisnis.

6A. Ubah Secondary menjadi Primary (Wajib untuk Optimasi)

Secara default, konversi hasil import GA4 sering masuk sebagai Secondary, sehingga tidak dipakai untuk smart bidding. Ikuti langkah ini untuk mengubahnya.

  1. Buka Google Ads > Goals > Conversions.
  2. Klik nama conversion yang tadi diimport dari GA4.
  3. Klik Edit settings.
  4. Pada bagian Goal and action optimization, pilih Primary.
  5. Pastikan opsi Include in "Conversions" aktif.
  6. Klik Save.

Setelah menjadi Primary, konversi akan masuk ke kolom Conversions dan dipakai untuk optimasi bidding.

7. Verifikasi Status Konversi

  1. Buka Google Ads > Goals > Conversions.
  2. Pastikan status berubah ke Recording.
  3. Tunggu 24–48 jam untuk konversi pertama muncul.

Segmentasi GA4 untuk Paid & Conversion

Bagian ini memastikan traffic Google Ads terbaca sebagai Paid dan konversi muncul di laporan GA4.

1. Validasi UTM dan Auto-tagging

  1. Pastikan template UTM sudah terpasang di Google Ads.
  2. Pastikan Auto-tagging aktif agar parameter gclid ikut terbawa.
  3. Cek di GA4 Realtime bahwa Session source/medium muncul sebagai google / cpc.
  1. Buka GA4 > Admin > Data display > Channel groups.
  2. Buka Default channel group.
  3. Pastikan rule Paid Search mencakup:
    • Session source = google
    • Session medium cocok dengan cpc, ppc, atau paidsearch
  4. Jika belum sesuai, buat Custom channel group lalu tambahkan rule di atas.

3. Buat Segmentasi Paid di Laporan

  1. Buka GA4 > Reports > Acquisition > Traffic acquisition.
  2. Klik Add comparison.
  3. Pilih Session default channel group = Paid Search.
  4. Simpan dengan nama misalnya Paid Search Only.

4. Pastikan Konversi Terlihat di GA4

  1. Buka GA4 > Reports > Engagement > Events.
  2. Filter event key event yang Anda aktifkan (misal: generate_lead).
  3. Pastikan kolom Key events berisi data.
  4. Untuk laporan konversi paid, aktifkan comparison Paid Search Only.

Setup via Google Ads API (Offline Conversion)

Jika Anda tidak menggunakan GA4 dan memang membutuhkan upload langsung ke Google Ads, gunakan metode advanced ini. Jalur ini membutuhkan click identifier yang valid dan setup Conversion Action yang benar.

  1. Buat Conversion Action baru di Google Ads > Goals > Conversions.
  2. Pilih Import > Other data sources or CRMs > Track conversions from clicks.
  3. Isi nama conversion, value, dan pengaturan lain sesuai kebutuhan.
  4. Salin Conversion Customer ID (format XXX-XXX-XXXX).
  5. Buka halaman detail Conversion Action tersebut.
  6. Ambil ID jenis konversi: angka setelah ctId= di alamat halaman itu.

Jangan pakai Conversion Label

Untuk mode Google Ads API (Offline Conversion), Konektor memakai ID jenis konversi. Jangan isi Conversion Label dari menu Tag setup.

Troubleshooting

Event tidak muncul di daftar import

Problem: Event GA4 tidak tersedia saat import ke Google Ads. Solution: Pastikan event sudah muncul di Realtime dan sudah ditandai sebagai key event minimal beberapa jam.

Status konversi masih "No recent conversions"

Problem: Konversi belum tercatat di Google Ads setelah import. Solution: Cek apakah GA4–Google Ads Link sudah Active, auto-tagging aktif, dan konversi benar-benar terjadi dari traffic iklan.

Problem: Conversion PMax terlihat lebih rendah daripada campaign Search meski setup link GA4 dan Google Ads sudah benar. Solution:

  • Cek Google signals di GA4 jika Anda mengandalkan cross-device conversions.
  • Gunakan model atribusi GA4 Google paid channels last click untuk import ke Google Ads.
  • Pastikan conversion hasil import diset Primary dan Include in "Conversions" aktif.
  • Validasi di GA4 Realtime bahwa sesi iklan terbaca sebagai google / cpc.
  • Jika flow utama adalah landing -> WhatsApp atau CRM-style lead, pertimbangkan pindah ke Google Ads API (Offline Conversion).

Next Steps

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Tim kami siap membantu Anda memaksimalkan tracking iklan dan atribusi bisnis.

Wulan bantu jawab dan kirim video panduan. Jadwal sesi tersedia lewat Wulan bila masih perlu.

© 2026 Konektor. Seluruh hak cipta dilindungi.