Software Tracking Iklan Google dengan Konektor.id
Konektor.id adalah software tracking iklan Google untuk bisnis yang closing di WhatsApp. Klik iklan Google yang lewat landing page membawa gclid, lalu perubahan status lead diunggah langsung ke Google Ads lewat Google Ads API. Konektor.id tidak memakai tag browser, dan laporan atribusinya tetap ada di Google.
Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.
Apa masalah tracking iklan Google ke WhatsApp?
Banyak iklan Google berakhir di percakapan. Orang mencari di Google, menekan iklan, membuka landing page, lalu menulis pesan kepada CS. Harga ditawar dan pembayaran dikonfirmasi di WhatsApp. Google tidak ikut dalam percakapan itu.
Tag di website hanya melihat halaman yang dibuka. Google mengenal orang yang mampir, tetapi tidak mengenal orang yang akhirnya membayar. Laporan Google Ads Anda berhenti di klik, dan tidak sampai ke pembayaran.
Panduan impor konversi Google mengharuskan Google Click ID pada setiap konversi dari klik. Artinya, Anda perlu menyimpan penanda klik bersama data lead, lalu mengirimnya kembali saat lead berubah menjadi penjualan. Konektor.id mengerjakan dua hal itu untuk Anda.
Contoh fiktif
Bayangkan kursus bernama Kursus Contoh. Kursus ini menayangkan iklan pencarian Google ke landing page berisi jadwal kelas. Semua nama dan angka dalam contoh ini karangan.
Seorang calon murid bernama Budi mencari kelas, menekan iklan, membuka landing page, lalu menekan tombol WhatsApp. Auto-tagging sudah menambahkan gclid ke alamat halaman itu. Konektor.id menyimpan gclid bersama lead baru milik Budi. CS menjawab pertanyaan jadwal, lalu mengubah status Budi menjadi Berkualitas. Google Ads menerima unggahan qualify_lead.
Tiga hari kemudian Budi membayar Rp2.500.000. CS menandai lead Closing dan mengisi Nilai closing. Google Ads menerima unggahan purchase bersama nilainya. Kursus Contoh kini punya konversi yang menunjuk ke klik iklan tertentu.
Bagaimana Konektor.id melacaknya?
Jalur ini berjalan dalam tujuh tahap.
- Orang menekan iklan Google. Auto-tagging menambahkan gclid ke alamat tujuan. Untuk klik yang berpindah antara aplikasi iOS dan halaman web, alamat bisa membawa wbraid atau gbraid.
- Script tracking di landing page menyimpan penanda klik dan parameter UTM, lalu menambahkan kode pengunjung ke link WhatsApp.
- Tombol Link WhatsApp ditekan. Konektor.id membuat lead Baru dan menyimpan gclid, wbraid, dan gbraid milik klik itu.
- Pesan berkode
[K-XXXX]tiba di nomor Anda. Kode itu menautkan chat ke lead yang tadi dibuat. - Tim atau aturan otomatis mengubah status lead. Tiap perubahan membaca tabel Event per status lead.
- Konektor.id mengunggah konversi dari server ke jenis konversi yang Anda pilih di Google Ads.
- Hasilnya muncul di Log pengiriman, dengan status Terkirim, Gagal, atau Dilewati.
Link Direct dari Link WhatsApp membaca gclid, wbraid, dan gbraid dari alamat yang diklik. Karena itu, pasang link Direct di tombol landing page dan uji dengan satu klik sebelum iklan tayang.
Data yang dikirim ke Google Ads
| Data | Dipakai untuk | Bentuk saat dikirim |
|---|---|---|
gclid | Menghubungkan lead dengan klik iklan Google | Apa adanya, tanpa hash |
wbraid atau gbraid | Pengganti gclid bila gclid tidak ada | Apa adanya, tanpa hash |
| Membantu Google mencocokkan orangnya | Hash SHA-256 | |
| Nomor telepon | Membantu Google mencocokkan orangnya | Hash SHA-256, format E.164 |
| ID transaksi | Mencegah unggahan ganda | Satu ID unik untuk tiap event |
| Waktu event | Menandai kapan status berubah | Waktu UTC |
| Nilai dan mata uang | Menghitung nilai closing | Angka dari lead, mata uang bawaan IDR |
Konektor.id hanya mengirim data yang dimiliki lead. Lead tanpa email tetap terkirim dengan gclid atau nomor teleponnya.
Mode ketat dan Kirim semua di jalur ini
Mode ketat adalah bawaan. Pada jalur Google Ads API, Mode ketat meloloskan lead yang punya gclid, email, atau nomor telepon. Lead yang tidak punya satu pun dari ketiganya tampil Dilewati.
Aturan ini berbeda dari TikTok atau Meta. Lead uji tanpa klik iklan tetap terkirim bila punya nomor telepon. Google yang memutuskan apakah data kontak itu cocok dengan klik pada iklan Anda. Kirim semua mengirim setiap lead yang punya identitas apa pun.
Mengapa Konektor.id mengunggah langsung, bukan lewat tag browser?
Tag browser hanya mencatat apa yang terjadi di halaman. Percakapan WhatsApp terjadi di luar halaman, jadi tag tidak melihatnya. Unggahan langsung membawa hasil percakapan dari server Konektor.id ke Google Ads, tanpa menunggu pengunjung membuka halaman lagi.
Dokumentasi Google Ads API menyebut gclid sebagai penanda yang diambil dari parameter alamat saat pengguna menekan iklan. Dokumentasi yang sama menyebut bahwa konversi dengan data pengguna ter-hash saja tetap berguna. Konektor.id memakai keduanya: gclid bila ada, dan email atau nomor telepon ter-hash sebagai tambahan.
GA4 atau Google Ads API?
Konektor.id punya dua jalur untuk Google. Jalur GA4 mengirim event ke Google Analytics, lalu Anda mengimpornya ke Google Ads. Jalur ini membutuhkan ga_client_id saat event dikirim.
Jalur Google Ads API mengunggah ke Google Ads secara langsung dan memakai ID jenis konversi. Untuk alur landing page ke WhatsApp, panduan Konektor.id merekomendasikan jalur kedua. Pilihan jalur ada di kolom Mode Pengiriman di Tracking Website.
Bagaimana mencegah semua status terhitung sebagai konversi?
Pada jalur Google Ads API, Konektor.id mengirim tiap status yang terpetakan sebagai satu unggahan terpisah. Bila Anda memakai satu ID jenis konversi untuk semua status, semua unggahan masuk ke jenis konversi yang sama.
Itu berarti status Baru, Dihubungi, dan Loss ikut terkirim ke tempat yang sama dengan Closing. Nama event di tabel hanya menentukan kapan Konektor.id mengirim, dan apa yang tampil di Log pengiriman. Nama itu tidak memilih jenis konversi di Google Ads.
Ada tiga cara menjaga angka Anda tetap bersih.
- Pilih Tidak dikirim pada sel Google Ads untuk status yang tidak boleh menjadi konversi. Loss adalah contoh yang paling jelas.
- Isi ID jenis konversi per status di tabel Event per status lead. Satu jenis konversi untuk Berkualitas dan satu untuk Closing membuat Google memisahkan keduanya.
- Pakai preset Leads bila Anda hanya butuh lead baru, lead berkualitas, dan closing.
Sel dengan ID jenis konversi sendiri dihitung sebagai event yang Anda atur sendiri. Konektor.id tidak membatasinya satu kali per lead.
Bagaimana membaca hasilnya di Log pengiriman?
Buka Pelacakan & Iklan, lalu Konversi, lalu tab Log pengiriman. Pilih platform Google Ads untuk melihat event Google saja.
Hasil punya dua lapis. Lapis pertama: apakah Google menerima unggahan. Status Terkirim menjawabnya. Lapis kedua: apakah laporan Google Ads sudah menampilkan dan mengatribusikan konversinya. Lapis ini ada di tangan Google. Panduan impor Google menyebut bahwa data bisa butuh 24 sampai 48 jam untuk muncul penuh.
Beberapa hal yang sering muncul saat uji:
- Jenis konversi baru butuh waktu sebelum menerima unggahan. Panduan impor Google menyarankan menunggu 4 sampai 6 jam setelah membuat jenis konversi baru.
- Uji kirim memeriksa akun dan jenis konversi, tetapi tidak membuktikan bahwa kode tracking sudah terpasang di landing page.
- Baris Gagal menandai unggahan yang Google tolak. Periksa jenis konversi dan koneksi akun, lalu klik Kirim Ulang pada baris itu.
- Status Terkirim tidak berarti iklan Anda sudah dihitung di laporan. Periksa juga halaman Goals > Conversions di Google Ads.
Satu syarat penting menyangkut akun Anda. Dokumentasi Google menyebut prasyarat untuk data pengguna ter-hash: akun mengaktifkan enhanced conversions untuk leads dan menyetujui syarat data pelanggan. Bila pengaturan itu mati, Konektor.id tetap mengunggah dengan gclid, tetapi tidak menyertakan email dan nomor telepon.
Bagaimana kebijakan iklan Google berlaku?
Iklan Anda tetap mengikuti kebijakan iklan Google. Konektor.id tidak mengubah aturan itu. Google meminta pengiklan mematuhi hukum yang berlaku dan kebijakan iklannya di setiap lokasi tempat iklan tampil.
Konektor.id hanya mengunggah data konversi yang sudah ada pada lead Anda. Anda bertanggung jawab atas dasar pengumpulan data pelanggan, termasuk email dan nomor telepon. Anda bisa membaca kebijakannya lewat tautan di Sumber.
Event apa yang terkirim ke Google Ads?
| Event | Kapan terkirim |
|---|---|
| generate_lead | Saat lead mencapai status Baru, misalnya saat pengunjung landing page menekan tombol Link WhatsApp. Preset Penjualan dan Leads memakai nama yang sama. |
| working_lead | Saat status lead menjadi Dihubungi atau Merespons. Preset Penjualan juga memakainya untuk Hot, Proposal, dan Negosiasi. Nama ini terkirim sekali per lead, jadi status berikutnya tampil Dilewati. |
| qualify_lead | Saat status lead menjadi Berkualitas. Preset Penjualan dan Leads memakai nama yang sama. |
| add_payment_info | Saat status lead menjadi Faktur dikirim. Hanya preset Penjualan yang mengirimnya. Preset Leads tidak mengirim apa pun untuk status ini. |
| purchase | Saat status lead menjadi Closing. Unggahan membawa nilai dan mata uang bila Kirim nilai konversi menyala. Mata uang bawaan adalah IDR. |
| close_unconvert_lead | Saat status lead menjadi Loss. Unggahan ini masuk ke jenis konversi yang sama. Pilih Tidak dikirim pada sel Loss bila Anda tidak mau Google menerimanya. |
| Pilihan Anda sendiri | Di tabel Event per status lead, Anda bisa memilih event standar Google lain untuk tiap status, memilih Tidak dikirim, atau mengisi ID jenis konversi khusus untuk satu status. |
Penanda klik: gclid, wbraid, gbraid
Apa syaratnya?
- Akun Google Ads tersambung di Analitik Iklan > Biaya Iklan > Kelola Koneksi, lewat akun Google yang punya akses ke akun iklan atau ke akun manager.
- Auto-tagging menyala di akun Google Ads, supaya setiap klik membawa gclid ke alamat tujuan.
- Jenis konversi di Google Ads yang menerima unggahan dari klik, dan Anda tahu ID jenis konversinya, yaitu angka setelah ctId= di alamat halaman detailnya.
- Google Ads ditambahkan di Tracking Website dengan Mode Pengiriman Google Ads API (Offline Conversion), lengkap dengan Google Ads Integration dan ID jenis konversi.
- Script tracking terpasang di landing page, dan tombol WhatsApp memakai link Direct dari Link WhatsApp.
- Nomor WhatsApp bisnis Anda tersambung ke Konektor.id, supaya chat cocok dengan lead yang membawa gclid.
- Tim atau aturan mengubah status lead. Perubahan status itulah yang memicu unggahan ke Google Ads.
Apa batasnya?
- Konektor.id mengunggah setelah status lead berubah. Konektor.id tidak memasang tag Google di website, dan tidak mengirim konversi online dari halaman checkout.
- Jalur ini membutuhkan gclid, wbraid, atau gbraid dari klik iklan. Tanpa penanda klik, Konektor.id hanya mengirim email dan nomor telepon ter-hash, dan hanya bila akun Anda mengaktifkan enhanced conversions untuk leads.
- Mode ketat meloloskan lead yang punya gclid, email, atau nomor telepon. Lead tanpa iklan Google tetap terkirim bila punya nomor telepon. Konektor.id tidak membuktikan bahwa Google mengaitkannya ke iklan Anda.
- Konektor.id mengirim ke satu jenis konversi bawaan untuk semua status. Bila status awal dan Loss ikut terkirim, semuanya masuk ke jenis konversi yang sama. Atur per status di tabel Event per status lead.
- Bila Google menerima permintaan tetapi menolak sebagian data, baris itu tampil Gagal dan Konektor.id tidak mengulanginya otomatis. Anda bisa mengirim ulang dari Log pengiriman.
- Konektor.id membuktikan bahwa Google menerima unggahan: baris Google Ads berstatus Terkirim. Konektor.id tidak membuktikan laporan atau atribusi di Google Ads, yang bisa butuh 24 sampai 48 jam.
- Google mengatur akses unggah konversi lewat API. Sejak 15 Juni 2026, permintaan unggah gagal bagi token pengembang tanpa riwayat unggahan. Cek Log pengiriman setelah Uji kirim. Konektor.id tidak menjanjikan mode ini berjalan di setiap akun.
- Konektor.id tidak menjanjikan biaya iklan lebih murah atau hasil iklan tertentu.
Untuk siapa cocok, dan untuk siapa tidak?
Cocok untuk
- Bisnis yang menayangkan iklan Google ke landing page, lalu ke tombol WhatsApp, dan closing lewat chat.
- Tim yang ingin Google tahu klik mana yang berakhir menjadi pembeli, bukan hanya klik mana yang menjadi chat.
- Tim CS yang mengubah status lead dan ingin tiap perubahan penting masuk ke jenis konversi Google Ads.
Tidak cocok untuk
- Bisnis yang closing sepenuhnya di halaman checkout website dan cukup dengan tag Google biasa.
- Bisnis yang iklannya langsung membuka WhatsApp tanpa landing page atau link Direct, sehingga tidak ada gclid yang tersimpan.
- Bisnis yang mencari janji hasil iklan atau biaya per hasil tertentu.
Bagaimana cara memasangnya?
Hubungkan akun Google Ads
Buka Analitik Iklan > Biaya Iklan, lalu klik Kelola Koneksi. Klik Tambah Akun Baru, pilih Google Ads (Beta), login, pilih akun iklan, lalu klik Next dan Connect & Sync.
Nyalakan auto-tagging
Di Google Ads, buka Account settings dan bagian Auto-tagging. Centang Tag the URL that people click through from my ad, lalu simpan.
Siapkan jenis konversi dan ambil ID-nya
Di Google Ads, buka Goals > Conversions dan buat jenis konversi dari klik. Buka halaman detailnya, lalu salin angka setelah ctId= di alamat halaman itu.
Pilih mode Google Ads API di Tracking Website
Buka Pelacakan & Iklan > Tracking Website, klik Tambah platform iklan, lalu pilih Google Ads. Pilih Mode Pengiriman Google Ads API (Offline Conversion), isi Google Ads Integration dan ID jenis konversi, lalu klik Simpan.
Kirim satu event uji
Pilih Uji kirim di menu baris Google Ads, lalu klik Kirim uji. Pesan Uji kirim berhasil berarti akun dan jenis konversi Anda lolos pemeriksaan.
Pasang kode tracking dan tombol Link WhatsApp
Di Tracking Website, klik Lihat Kode dan tempel kodenya di kepala landing page. Buka Link WhatsApp, klik Buat Link, lalu pasang link Direct di tombol landing page.
Tempel template pelacakan di Google Ads
Di Tracking Website, buka Template link iklan, isi Landing page, dan klik Salin. Tempel hasilnya di kolom Template pelacakan pada level akun atau campaign.
Hubungkan nomor WhatsApp
Buka Koneksi > Hubungkan WhatsApp dan pilih jalur nomor Anda. Setelah koneksi berhasil, chat dari landing page cocok dengan lead yang sama.
Atur event per status lead
Buka Pelacakan & Iklan > Konversi. Pilih Tipe kampanye, lalu baca kolom Google Ads di tabel Event per status lead. Pilih Tidak dikirim untuk status yang tidak boleh terhitung, atau isi ID jenis konversi per status, lalu klik Simpan perubahan.
Uji dengan satu klik dari iklan
Klik iklan Anda, kirim pesan dari tombol WhatsApp, lalu ubah status lead menjadi Closing. Buka Konversi > Log pengiriman. Baris Google Ads berstatus Terkirim berarti Google menerima unggahan itu.
Berapa biayanya?
Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.
| Paket | Per bulan |
|---|---|
| Starter | Rp199.000 |
| Pro | Rp499.000 |
| Enterprise | Rp1.999.000 |
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu software tracking iklan Google untuk WhatsApp?
Software yang menyimpan gclid dari klik iklan Google bersama lead WhatsApp, lalu mengunggah hasil percakapan ke Google Ads saat status lead berubah. Konektor.id melakukannya untuk iklan yang lewat landing page dan tombol Link WhatsApp.
Apakah Konektor.id memasang tag Google di website saya?
Tidak. Secara bawaan, script Konektor.id tidak memuat tag browser milik platform iklan. Unggahan ke Google Ads berjalan dari server Konektor.id setelah status lead berubah. Bila Anda sudah memakai tag Google sendiri, biarkan tag itu tetap di tempatnya.
Apa beda jalur GA4 dan jalur Google Ads API di Konektor.id?
Jalur GA4 mengirim event ke Google Analytics dan membutuhkan ga_client_id, lalu Anda mengimpornya ke Google Ads. Jalur Google Ads API mengunggah konversi langsung ke Google Ads memakai gclid atau data kontak ter-hash. Halaman ini membahas jalur kedua.
Apakah wbraid dan gbraid ikut dikirim?
Ya. Konektor.id menyimpan gclid, wbraid, dan gbraid dari alamat yang diklik. Konektor.id mengirim gclid bila ada. Bila gclid tidak ada, Konektor.id mengirim wbraid atau gbraid.
Apakah email dan nomor telepon dikirim dalam bentuk hash?
Ya. Konektor.id mengirim email dan nomor telepon lead dalam bentuk hash SHA-256 pada jalur Google Ads API. Konektor.id tidak mengirim nama atau alamat di jalur ini. Akun Anda harus mengaktifkan enhanced conversions untuk leads agar Google menerimanya.
Kenapa event Google saya berstatus Dilewati di Log pengiriman?
Penyebab umum: lead tidak punya gclid, email, maupun nomor telepon; akun Google Ads mematikan enhanced conversions untuk leads dan lead tidak punya gclid; atau Google Ads sudah menerima nama event yang sama untuk lead itu.
Apakah ID jenis konversi sama dengan Conversion ID atau Conversion Label?
Tidak. ID jenis konversi adalah angka setelah ctId= di alamat halaman detail jenis konversi di Google Ads. Conversion ID dan Conversion Label berasal dari tag online, dan jalur Google Ads API tidak memakainya.
Kapan konversi muncul di laporan Google Ads?
Terkirim di Log pengiriman berarti Google menerima unggahan. Panduan impor Google menyebut bahwa data bisa butuh 24 sampai 48 jam untuk muncul penuh di laporan. Konektor.id tidak mengontrol waktu itu.
Langkah berikutnya
Sumber
- Manage offline click conversion imports · Google Ads API documentation · Dicek 14 Oktober 2026
- About auto-tagging · Google Ads Help · Dicek 14 Oktober 2026
- About enhanced conversions · Google Ads Help · Dicek 14 Oktober 2026
- Import conversions from ad clicks into Google Ads using files (legacy) · Google Ads Help · Dicek 14 Oktober 2026
- Google Ads policies · Google Advertising Policies Help · Dicek 14 Oktober 2026
