Click ID itu apa? Arti, Cara Kerja, dan Daftar Parameternya
Disebut juga: click identifier, ID klik, klik id, gclid fbclid ttclid
Penjelasan singkat
Click ID adalah kode unik yang platform iklan tempelkan pada URL saat seseorang mengklik iklan Anda. Kode itu menjadi bukti bahwa kunjungan tersebut datang dari satu iklan tertentu. Saat orang itu membeli, kode yang sama dikirim kembali sehingga platform tahu iklan mana yang menghasilkan penjualan.
Contoh
Seseorang mengklik iklan Google Ads dan masuk ke `konektor.id/?gclid=CjwKCAjw...`. Nilai `gclid` itu adalah Click ID kunjungan tersebut.
Cara sederhana memahaminya
Bayangkan tiket parkir.
- Anda masuk gedung parkir dan menerima tiket bernomor. Ini seperti mengklik iklan.
- Anda berbelanja di dalam gedung. Ini seperti melihat-lihat website.
- Saat keluar, tiket itu discan. Ini seperti membeli.
- Pengelola parkir tahu persis kapan Anda masuk dan lewat pintu mana.
Click ID adalah nomor pada tiket itu. Nomornya tidak berarti apa-apa bagi Anda, tetapi berarti segalanya bagi pengelola pintu masuk.
Daftar parameter Click ID per platform
| Platform | Nama parameter | Bentuk singkat |
|---|---|---|
| Google Ads | gclid, wbraid, gbraid | Menempel pada URL tujuan |
| Meta (Facebook dan Instagram) | fbclid | Menempel pada URL tujuan |
| Click to WhatsApp Meta | ctwa_clid | Ikut di dalam pesan pertama |
| TikTok Ads | ttclid | Menempel pada URL tujuan |
| LinkedIn Ads | li_fat_id | Menempel pada URL tujuan |
Kenapa Click ID sering hilang di pasar Indonesia
Banyak penjualan tidak selesai di website. Orang mengklik iklan, lalu pindah ke WhatsApp, lalu membayar lewat transfer. Rantai itu memutus hubungan antara klik dan penjualan, kecuali Click ID ikut disimpan saat percakapan dimulai.
| Situasi | Click ID |
|---|---|
| Beli langsung di website, satu perangkat | Aman |
| Klik di ponsel, beli di komputer | Hilang, perlu pencocokan data pelanggan |
| Klik iklan lalu lanjut ke WhatsApp | Aman jika disimpan saat chat dimulai |
| Klik iklan lalu datang ke toko fisik | Perlu dikirim sebagai konversi offline |
| Menghapus data situs sebelum membeli | Hilang |
Cara Konektor memakainya
Konektor menangkap Click ID pada kunjungan pertama, menyimpannya bersama lead, lalu mengirimkannya kembali ke platform iklan saat lead itu berubah menjadi penjualan. Penjualan yang selesai di WhatsApp, di telepon, atau di toko fisik pun tetap terhubung ke iklan yang memulainya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apa gunanya Click ID?
- Click ID menyambungkan satu klik iklan dengan satu penjualan. Tanpa Click ID, platform iklan hanya menebak iklan mana yang bekerja. Dengan Click ID, hubungan itu pasti, sehingga sistem lelang bisa mencari orang yang benar-benar membeli.
- Berapa lama Click ID bertahan?
- Click ID disimpan di penyimpanan situs Anda sendiri, umumnya 30 sampai 90 hari tergantung platform. Karena itu penjualan yang terjadi beberapa hari setelah klik masih bisa dihubungkan ke iklan yang memulainya.
- Bagaimana kalau Click ID hilang?
- Click ID bisa hilang jika orang berganti perangkat, memakai browser lain, atau menghapus data situs. Sebagai pengganti, platform iklan mencocokkan data pelanggan seperti email dan nomor telepon dalam bentuk kode satu arah. Akurasinya lebih rendah tetapi tetap berguna.
- Apakah Click ID berisi data pribadi?
- Click ID sendiri hanya deretan huruf dan angka. Ia tidak memuat nama, email, atau nomor telepon. Yang memberinya arti adalah platform iklan yang menerbitkannya, karena hanya platform itu yang tahu klik mana yang diwakilinya.
Istilah terkait
Panduan Konektor
Angka iklan Anda hanya seakurat data yang masuk
Konektor menangkap Click ID dan mengirim konversi yang terjadi di WhatsApp, telepon, atau toko fisik kembali ke platform iklan.
