Software Tracking Iklan LPWA dengan Konektor.id
Konektor.id adalah software tracking iklan LPWA untuk iklan yang membawa orang ke landing page, lalu ke chat WhatsApp. Script tracking menyimpan penanda klik dari alamat iklan, tombol Link WhatsApp membawa kode pengunjung ke chat, dan perubahan status lead mengirim event ke Meta, Google Ads, TikTok, LinkedIn, dan ChatGPT Ads.
Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.
Apa masalah tracking iklan di jalur landing page ke WhatsApp?
Jalur ini punya tiga loncatan. Orang menekan iklan, membaca landing page, lalu pindah ke aplikasi WhatsApp. Pembayaran biasanya terjadi di chat itu. Platform iklan tidak ikut pindah.
Penanda klik hidup di alamat landing page. WhatsApp tidak punya alamat itu. Pesan pertama pelanggan hanya berisi teks, jadi chat dan klik tampak sebagai dua kejadian yang tidak berhubungan.
Akibatnya laporan iklan berhenti di kunjungan halaman atau klik tombol. Platform tahu ada yang mampir. Platform tidak tahu siapa yang akhirnya membayar.
LPWA menyelesaikan ini dengan satu kode kecil. Kode itu lahir di landing page dan ikut ke dalam pesan pembuka. Dari kode itulah chat disambungkan kembali ke klik.
Contoh fiktif
Bayangkan sekolah bahasa bernama Kursus Contoh. Sekolah ini menayangkan iklan Google ke landing page paket kelas Inggris. Nama dan angka di bawah ini fiktif.
Seorang calon murid bernama Sari menekan iklan. Alamat halaman memuat gclid. Sari membaca jadwal kelas, menekan tombol WhatsApp, lalu mengirim pesan yang memuat kode pengunjung.
CS menjawab soal jadwal, lalu mengubah status Sari menjadi Berkualitas. Sepuluh hari kemudian Sari membayar Rp1.200.000. CS mengubah status menjadi Closing dan mengisi Nilai closing. Google Ads menerima event purchase bersama nilainya.
Bagaimana Konektor.id melacak jalur LPWA?
Jalur ini berjalan dalam tujuh tahap.
- Orang menekan iklan. Platform menambahkan penanda klik ke alamat tujuan. Template link iklan menambahkan nama kampanye dan ID iklan.
- Script tracking di landing page membaca penanda klik dan parameter UTM. Script menyimpannya di browser selama 30 hari.
- Script juga membuat kode pengunjung berbentuk
[K-XXXXX], lalu menempelkan penanda klik dan kode itu ke link Konektor.id di halaman. - Pengunjung menekan tombol Link WhatsApp. Konektor.id membuat lead Baru, menyimpan penanda klik pada lead itu, lalu membuka WhatsApp.
- WhatsApp terbuka dengan pesan pembuka yang memuat kode pengunjung. Pelanggan mengirim pesan itu ke nomor tujuan.
- Konektor.id membaca kode dari teks pesan dan mencocokkan chat dengan lead dari tahap 4. Nama dan nomor telepon pelanggan terisi di lead itu.
- Tim atau aturan otomatis mengubah status lead. Setiap perubahan membaca tabel Event per status lead dan mengirim event ke tiap platform yang terhubung.
Penanda klik per platform
| Platform | Penanda di alamat halaman | Bukti klik pada Mode ketat |
|---|---|---|
| Meta | fbclid, serta fbc dan fbp bila ada di alamat | fbclid |
| Google Ads | gclid, wbraid, gbraid | gclid, atau data kontak ter-hash pada jalur Google Ads API |
| TikTok | ttclid, serta ttp | ttclid |
li_fat_id | li_fat_id | |
| ChatGPT Ads | oppref | oppref |
Cara platform membuat penanda itu mengikuti dokumentasi platform. Menurut Meta, fbclid ditambahkan ke alamat saat orang menekan iklan di Facebook atau Instagram. Menurut Google, auto-tagging menambahkan gclid ke alamat tujuan. Menurut TikTok, ttclid ditambahkan ke alamat landing page saat orang menekan iklan. Tautan sumbernya ada di bagian Sumber.
Kode pengunjung ada di teks pesan
Kode [K-XXXXX] masuk ke pesan lewat Template Pesan Default di Link WhatsApp. Bila Anda menulis tag [uniquecode], Anda yang menentukan posisinya. Tanpa tag itu, kode ditambahkan di akhir pesan.
Karena kode ada di teks, bukan di cookie WhatsApp, pencocokan tidak bergantung pada aplikasi yang dipakai pelanggan. Pelanggan cukup mengirim pesan itu tanpa menghapus kodenya.
Bila tombol memakai link wa.me
Script tetap menambahkan kode pengunjung ke teks link wa.me. Namun klik pada link itu tidak tercatat sebagai lead. Saat pesan masuk, Konektor.id mencocokkan chat dengan kunjungan, dan status lead tetap Lihat halaman. Tidak ada event terkirim sampai status berubah.
Bagaimana bila pelanggan membuka WhatsApp di perangkat lain?
Chat tetap cocok bila pesan yang dikirim masih memuat kode pengunjung. Kode itu ada di teks pesan, jadi perangkat pengirim tidak mengubah hasilnya.
Penanda klik berbeda. Penanda itu tersimpan di browser tempat orang menekan iklan. Bila orang itu membuka landing page lagi dari browser atau perangkat lain, dan alamat halamannya tidak memuat penanda, lead yang lahir tidak membawa penanda klik.
Dua cara membantu dalam kasus ini:
- Pakai Template link iklan, supaya data kampanye ikut di alamat tujuan.
- Pilih Kirim semua di Strategi kirim bila Anda ingin lead tanpa penanda tetap terkirim. Platform lalu mencocokkannya lewat email dan nomor telepon ter-hash.
Pilihan kedua mengirim lebih banyak lead, termasuk lead yang tidak datang dari klik iklan. Baca perbandingannya di panduan Strategi Konversi sebelum memilih.
Apa beda LPWA dengan iklan yang langsung membuka WhatsApp?
Iklan yang langsung membuka WhatsApp tidak punya halaman, jadi script tracking tidak berjalan. Penanda klik datang bersama pesan pertama pelanggan. Konektor.id membaca jalur itu secara berbeda untuk tiap platform.
Untuk iklan Meta Click-to-WhatsApp, baca software tracking iklan Meta. Untuk iklan pesan TikTok, baca software tracking iklan TikTok. Kedua halaman itu menjelaskan event, syarat, dan batas masing-masing jalur.
Halaman ini membahas jalur yang punya landing page. Jalur itu memberi satu keuntungan: alamat halaman sudah memuat penanda klik sebelum chat dimulai. Satu alur pelacakan yang sama berlaku untuk lima platform iklan.
Bagaimana membaca hasilnya di Log pengiriman?
Buka Pelacakan & Iklan, lalu Konversi, lalu tab Log pengiriman. Satu perubahan status menghasilkan satu baris untuk tiap platform yang terhubung.
Status Terkirim berarti platform menerima event. Status Dilewati berarti Konektor.id sengaja tidak mengirim event itu. Alasannya tampil di baris tersebut.
Ada tiga hal yang perlu Anda periksa saat uji:
- Lead uji tanpa klik iklan tampil Dilewati pada Mode ketat. Itu bukan kegagalan.
- Platform yang tidak ada di Tracking Website tidak menerima apa pun.
- Terkirim tidak berarti laporan iklan sudah memuat konversinya. Periksa juga Events Manager atau Ads Manager di platform itu.
Event ganda dari pixel sendiri
Konektor.id mengirim event dari server. Script tracking tidak memuat pixel browser platform secara bawaan. Bila Anda memasang pixel sendiri, pastikan satu kejadian tidak dikirim dari dua tempat.
Meta dan TikTok menggabungkan event dari pixel dan dari server hanya bila nama event dan event_id sama. Tanpa itu, kedua event terhitung. Sumber resminya ada di bagian Sumber.
Kebijakan iklan
Iklan Anda tetap mengikuti kebijakan tiap platform: Meta Advertising Standards, Google Ads policies, dan TikTok Advertising Policies. Halaman ini tidak mengubah aturan itu. Konektor.id hanya mengirim data konversi yang sudah ada pada lead Anda. Tautan kebijakan ada di bagian Sumber.
Event apa yang terkirim ke platform iklan Anda?
| Event | Kapan terkirim |
|---|---|
| Status Baru: klik tombol Link WhatsApp | Pada pemetaan bawaan tipe Penjualan: Meta AddToCart, Google generate_lead, TikTok ViewContent, LinkedIn PAGE_VIEW, ChatGPT Ads lead_created. |
| Status Dihubungi | Meta Contact, Google working_lead, TikTok Contact, LinkedIn CONTACT. ChatGPT Ads tidak menerima event untuk status ini pada pemetaan bawaan. |
| Status Merespons dan Berkualitas | Meta dan TikTok menerima Lead, LinkedIn LEAD lalu QUALIFIED_LEAD, Google working_lead lalu qualify_lead. ChatGPT Ads menerima qualified_lead, event kustom, hanya untuk Berkualitas. |
| Status Hot, Proposal, Negosiasi, Faktur dikirim | Hanya pada tipe Penjualan, dan nama event berbeda di tiap platform. Contohnya Meta InitiateCheckout dan ChatGPT Ads checkout_started saat Proposal. Tipe Leads tidak mengirim apa pun. |
| Status Closing | Meta dan TikTok Purchase, Google purchase, LinkedIn PURCHASE, ChatGPT Ads order_created. Nilai dan mata uang ikut terkirim bila Kirim nilai konversi menyala. |
| Status Loss | Meta menerima LeadLost dan Google menerima close_unconvert_lead. TikTok, LinkedIn, dan ChatGPT Ads tidak menerima event untuk Loss. |
| Pilihan event Anda sendiri | Di tabel Event per status lead, Anda bisa memilih event lain atau Tidak dikirim untuk setiap status dan setiap platform. |
Penanda klik: fbclid, gclid, wbraid, gbraid, ttclid, li_fat_id, oppref
Apa syaratnya?
- Script tracking terpasang di semua halaman landing page, dan panel Tracking Website sudah menerima event nyata pertama.
- Tombol WhatsApp di landing page memakai link Direct dari Link WhatsApp. Klik pada link wa.me tidak membuat lead.
- Alamat tujuan iklan memuat penanda klik dari platform, ditambah Template link iklan dari Tracking Website untuk data kampanye dan iklan.
- Satu platform iklan atau lebih sudah ditambahkan di Tracking Website, lengkap dengan data dari platform itu.
- Nomor WhatsApp tujuan tersambung ke Konektor.id, supaya chat bisa dicocokkan dengan lead.
- Pelanggan mengirim pesan pembuka tanpa menghapus kode pengunjung berbentuk [K-XXXXX].
- Tim atau aturan otomatis mengubah status lead. Perubahan itulah yang memicu event.
Apa batasnya?
- Penanda klik tersimpan di browser tempat klik terjadi, selama 30 hari. Kunjungan dari browser atau perangkat lain tidak mewarisinya, kecuali alamat halamannya memuat penanda itu.
- Konektor.id membaca penanda klik dari alamat halaman, atau dari salinan yang ia simpan sendiri di browser. Khusus oppref, cookie pixel ChatGPT juga dibaca. Penanda yang tidak pernah ada di alamat tidak terbaca.
- Untuk LinkedIn, Konektor.id membaca li_fat_id yang ada di alamat halaman. Bila alamat iklan LinkedIn Anda tidak memuatnya, lead LinkedIn tidak membawa penanda klik.
- Landing page yang mengalihkan pengunjung ke alamat lain harus membawa penanda klik sampai halaman akhir. Google menyatakan hal ini untuk gclid.
- Pencocokan lewat nomor telepon hanya berhasil bila lead dengan nomor itu sudah tersimpan. Pelanggan yang menghapus kode pengunjung dan memakai nomor baru tidak cocok dengan klik.
- Pengunjung yang menekan tombol lalu menutup WhatsApp tanpa mengirim pesan tetap menjadi lead tanpa nomor. Status lead itu menunggu sampai ada pesan atau perubahan dari tim.
- Pada Mode ketat, lead tanpa bukti klik dari platform itu tampil Dilewati di Log pengiriman. Hasil ini wajar untuk uji tanpa iklan.
- Log pengiriman membuktikan platform menerima event. Log itu tidak membuktikan laporan atau atribusi di Ads Manager.
- Konektor.id mengirim tiap nama event bawaan satu kali untuk setiap lead. Event yang Anda atur sendiri di tabel tidak mengikuti aturan ini.
- Bila Anda memasang pixel browser sendiri, Meta dan TikTok menggabungkan event hanya bila nama event dan event_id sama. Tanpa itu, satu kejadian bisa terhitung dua kali.
- Konektor.id tidak menjanjikan biaya iklan lebih murah atau hasil iklan tertentu.
Untuk siapa cocok, dan untuk siapa tidak?
Cocok untuk
- Bisnis yang menayangkan iklan ke landing page, lalu menerima chat lewat tombol WhatsApp, dan closing di chat.
- Tim yang beriklan di lebih dari satu platform dan ingin satu alur pelacakan untuk semuanya.
- Tim CS yang mengubah status lead dan ingin tiap status penting menjadi sinyal untuk platform iklan.
Tidak cocok untuk
- Bisnis yang hanya memakai iklan yang membuka WhatsApp langsung tanpa landing page. Jalur itu dibahas di halaman Meta dan TikTok.
- Bisnis yang menaruh tombol WhatsApp di landing page dengan link wa.me dan tidak mau menggantinya.
- Bisnis yang mencari janji hasil iklan atau biaya per hasil tertentu.
Bagaimana cara memasangnya?
Pasang kode tracking di landing page
Buka Pelacakan & Iklan > Tracking Website. Klik Buat kode tracking bila kodenya tidak ada, lalu Lihat kode. Di tab Pasang sendiri, klik Salin Kode dan tempel di kepala semua halaman landing page.
Tambah platform iklan
Di Tracking Website, klik Tambah platform iklan. Pada pertanyaan Iklan Anda tampil di mana?, pilih platform, isi data dari platform itu, lalu klik Simpan. Ulangi untuk tiap platform yang Anda pakai.
Salin Template link iklan
Di Tracking Website, buka Template link iklan dan pilih tab platform. Isi Landing page, klik Salin, lalu tempel di kolom alamat tujuan iklan di platform itu.
Buat Link WhatsApp
Buka Link & Domain > Link WhatsApp, lalu klik Buat Link. Isi Nama Rotator, Slug Link, Template Pesan Default, dan nomor tujuan lewat Tambah Nomor. Klik Buat Link.
Pasang link Direct di tombol
Pada baris Direct, klik Salin Link. Tempel link itu di tombol WhatsApp landing page. Jangan pakai link wa.me di tombol itu.
Hubungkan nomor WhatsApp
Buka Koneksi > Hubungkan WhatsApp dan pilih jalur nomor Anda. Setelah koneksi berhasil, chat dengan kode pengunjung cocok dengan lead yang sama.
Pasang aturan status
Buka Percakapan > Aturan Otomatisasi > Template, pilih Tandai Dihubungi Otomatis, lalu klik Pasang.
Atur event per status lead
Buka Pelacakan & Iklan > Konversi. Pilih Tipe kampanye, baca tabel Event per status lead, pilih Mode ketat atau Kirim semua di Strategi kirim, lalu klik Simpan perubahan.
Uji dari jendela privat
Buka alamat iklan uji di jendela privat, tekan tombol WhatsApp, dan kirim pesan berkode. Ubah status lead menjadi Closing, lalu buka Konversi > Log pengiriman dan baca baris tiap platform.
Berapa biayanya?
Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.
| Paket | Per bulan |
|---|---|
| Starter | Rp199.000 |
| Pro | Rp499.000 |
| Enterprise | Rp1.999.000 |
Pertanyaan yang sering muncul
LPWA adalah apa?
LPWA adalah Landing Page ke WhatsApp. Iklan membawa orang ke landing page, lalu tombol di halaman itu membuka chat WhatsApp. Karena ada kunjungan website, kode tracking bisa membaca penanda klik dari alamat halaman.
Apa bedanya LPWA dengan CTWA?
Iklan CTWA membuka WhatsApp langsung dari iklan Meta, tanpa halaman. LPWA melewati landing page, jadi penanda klik datang dari alamat halaman dan script tracking berjalan. Platform iklannya pun tidak terbatas pada Meta.
Apa itu LPWA Meta Ads?
Itu iklan Meta yang tujuannya landing page, bukan chat langsung. Konektor.id membaca fbclid dari alamat halaman dan mengirim event ke Meta saat status lead berubah. Detail event Meta ada di halaman tracking iklan Meta.
Bagaimana chat WhatsApp dicocokkan dengan klik iklan?
Link Direct membuat lead saat tombol ditekan, lalu menaruh kode [K-XXXXX] di pesan pembuka. Saat pesan itu masuk ke nomor yang tersambung, Konektor.id membaca kode dan mencocokkan chat dengan lead yang sama.
Penanda klik apa saja yang dibaca Konektor.id?
fbclid untuk Meta, gclid, wbraid, dan gbraid untuk Google, ttclid untuk TikTok, li_fat_id untuk LinkedIn, dan oppref untuk ChatGPT Ads. Parameter UTM dan data kampanye dari Template link iklan ikut tersimpan.
Mengapa tombol WhatsApp harus memakai link Direct, bukan wa.me?
Klik pada link Direct tercatat sebagai lead Baru dan membawa penanda klik. Klik pada link wa.me tidak tercatat sebagai lead. Kode pengunjung tetap ikut di pesan, tetapi status lead tetap Lihat halaman sampai ada perubahan.
Apa yang terjadi bila pengunjung membuka WhatsApp di perangkat lain?
Kode pengunjung ada di teks pesan, jadi chat tetap cocok dari perangkat mana pun, selama kode itu tidak dihapus. Penanda klik tetap tersimpan di browser tempat klik terjadi.
Kenapa event saya berstatus Dilewati di Log pengiriman?
Penyebab paling sering: Mode ketat aktif, dan lead tidak membawa penanda klik dari platform itu. Hasil ini wajar saat uji tanpa iklan. Pilih Kirim semua bila Anda ingin mengirim lead tanpa penanda klik.
Langkah berikutnya
Sumber
- fbp and fbc parameters · Meta for Developers · Dicek 14 Oktober 2026
- Handling duplicate pixel and server events · Meta for Developers · Dicek 14 Oktober 2026
- About auto-tagging · Google Ads Help · Dicek 14 Oktober 2026
- About TikTok Click ID · TikTok for Business Help Center · Dicek 14 Oktober 2026
- Event deduplication · TikTok for Business Help Center · Dicek 14 Oktober 2026
- Advertising Standards · Meta Transparency Center · Dicek 14 Oktober 2026
- Google Ads policies · Google Advertising Policies Help · Dicek 14 Oktober 2026
- TikTok Advertising Policies · TikTok for Business Help Center · Dicek 14 Oktober 2026
