Prospecting itu apa? Cara Mencari Pembeli Baru dengan Iklan
Disebut juga: iklan prospecting, akuisisi, cold audience, audiens dingin
Penjelasan singkat
Prospecting adalah menayangkan iklan kepada orang yang belum pernah berinteraksi dengan Anda, dengan tujuan mencari pembeli baru. Biayanya lebih mahal daripada retargeting, tetapi tanpa prospecting audiens hangat Anda akan habis.
Kenapa prospecting tidak boleh berhenti
Retargeting hanya bisa menjual kepada orang yang sudah ada di daftar. Daftar itu diisi oleh prospecting. Jika prospecting dihentikan karena ROAS-nya rendah, dua minggu kemudian retargeting juga mati karena tidak ada orang baru yang masuk.
Cara menilai prospecting dengan benar
| Yang salah | Yang benar |
|---|---|
| ROAS kampanye prospecting saja | MER seluruh akun |
| Konversi dalam 1 hari | Konversi dalam 7 sampai 28 hari |
| Biaya per pembelian pertama | Biaya per pelanggan baru dibanding LTV |
Audiens yang cocok
Audiens luas dengan sedikit batasan sering mengalahkan audiens sempit, karena sistem lelang bisa mencari sendiri orang yang mirip pembeli Anda. Yang penting data konversi yang masuk bersih, agar sistem itu belajar dari contoh yang benar.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa ROAS prospecting selalu lebih rendah?
- Karena orang di prospecting belum mengenal Anda dan butuh lebih banyak kontak sebelum membeli. Nilai prospecting dari pertumbuhan jumlah pembeli baru dan dari MER, bukan dari ROAS kampanye saja.
- Berapa porsi anggaran untuk prospecting?
- Bergantung pada kecepatan Anda menghabiskan audiens hangat. Jika reach retargeting berhenti tumbuh dan frequency melonjak, porsi prospecting Anda terlalu kecil.
- Apa bedanya prospecting dan ToF?
- ToF menyebut tahap dalam funnel. Prospecting menyebut tujuan kampanye, yaitu mencari orang baru. Kampanye prospecting hampir selalu berjalan di tahap ToF.
Istilah terkait
Angka iklan Anda hanya seakurat data yang masuk
Konektor menangkap Click ID dan mengirim konversi yang terjadi di WhatsApp, telepon, atau toko fisik kembali ke platform iklan.
