Per industri

Software Tracking Iklan Travel Umroh dan Haji dengan Konektor.id

Konektor.id adalah software tracking iklan travel umroh dan haji untuk calon jamaah yang berakhir di WhatsApp. Konektor.id menyimpan penanda klik dari iklan Meta, Google, dan TikTok, lalu mengirim event ke platform iklan saat CS mengubah status lead, dari konsultasi sampai DP. Platform iklan menentukan atribusi dan laporan. Hasil iklan tidak dijanjikan.

Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.

Apa masalah tracking iklan travel umroh dan haji ke WhatsApp?

Calon jamaah jarang mendaftar pada klik pertama. Mereka melihat iklan paket, lalu bertanya jadwal, hotel, dan maskapai lewat WhatsApp. Keluarga ikut menimbang. CS mengirim brosur. Sebagian calon jamaah datang ke kantor atau ikut manasik. DP masuk setelah semua itu, dan pelunasan menyusul.

Pixel di website hanya melihat halaman yang dibuka. Iklan Click-to-WhatsApp tidak membuka halaman sama sekali. Brosur, tawar-menawar paket, dan tagihan DP semuanya terjadi di chat. Platform iklan hanya tahu bahwa seseorang memulai percakapan.

Akibatnya angka iklan Anda menghitung chat, bukan jamaah. Dua iklan bisa menghasilkan jumlah chat yang sama. Satu iklan membawa orang yang hanya bertanya harga. Iklan lain membawa orang yang akhirnya membayar DP. Dari angka chat, Anda tidak bisa membedakan keduanya.

Ada dua masalah lain. Pertama, tim CS biasanya lebih dari satu orang. Calon jamaah yang sama bisa mendapat dua jawaban berbeda dari dua nomor. Kedua, volume chat naik tajam di musim ramai. Tanpa catatan tahap, CS kesulitan menentukan siapa yang perlu dihubungi hari ini.

Contoh fiktif

Bayangkan biro perjalanan bernama Travel Contoh. Nama dan alur di bawah ini fiktif.

Travel Contoh menayangkan iklan Click-to-WhatsApp untuk satu paket umroh. Seorang calon jamaah bernama Bu Sari menekan iklan dan menanyakan jadwal. Konektor.id membuat lead untuk Bu Sari dan menyimpan ctwa_clid dari pesan pertama.

CS mengirim brosur dan mengubah status ke Dihubungi. Bu Sari berdiskusi dengan keluarga. Beberapa waktu kemudian ia meminta formulir pendaftaran, dan CS mengubah status ke Hot. CS mengirim tagihan DP, lalu memilih Faktur Dikirim.

Setelah DP masuk, CS memilih Closing dan mengisi Nilai closing. Meta menerima Purchase dengan nilai itu. Travel Contoh sekarang bisa menilai iklan dari calon jamaah yang membayar DP, bukan hanya dari chat yang masuk.

Bagaimana Konektor.id melacaknya?

Konektor.id melayani empat jalur iklan yang berujung di WhatsApp. Semuanya berakhir di lead yang sama dan di tabel event yang sama.

  • Meta Click-to-WhatsApp. Meta menyisipkan ctwa_clid pada pesan pertama. Konektor.id membuat lead dari iklan dan menyimpan penanda itu. Detail jalurnya ada di software tracking iklan Meta.
  • Meta ke landing page. Script tracking menyimpan fbclid dan menambahkan kode pengunjung ke Link WhatsApp. Klik tombol membuat lead Baru.
  • Google Ads ke landing page. Script menyimpan gclid dari alamat tujuan iklan. Lead membawa data itu sampai status berubah.
  • TikTok ke landing page. Script menyimpan ttclid dengan cara yang sama.

Pada tiga jalur landing page, pesan berkode di chat mencocokkan percakapan dengan lead dari klik tadi. Pada jalur Click-to-WhatsApp, ctwa_clid yang melakukan pencocokan itu.

Setelah lead ada, setiap perubahan status memanggil tabel Event per status lead. Tabel itu memilih event untuk tiap platform. Konektor.id mengirim event dari server, jadi pengiriman tidak bergantung pada browser calon jamaah. Cara kerja pengiriman ke dataset percakapan Meta dijelaskan di software CAPI WhatsApp.

Sebagian travel membuat grup WhatsApp untuk calon jamaah satu keberangkatan. Aturan Mode grup bisa mengubah status lead saat orang masuk grup. Fitur itu hanya ada di nomor Scan QR, dan batasnya tertulis di tracking iklan ke grup WhatsApp.

Penanda dan data yang keluar

DataFungsiBentuk saat dikirim
ctwa_clidMenghubungkan chat dengan iklan Click-to-WhatsAppApa adanya
fbclid, gclid, ttclidMenghubungkan lead landing page dengan klik iklanSesuai aturan tiap platform
Email dan nomor teleponMembantu platform mencocokkan orangnyaHash SHA-256
ID eventMencegah penghitungan gandaSatu ID untuk tiap event
Nilai dan mata uangMenunjukkan nilai ClosingAngka dari lead, bila Anda menyalakannya

Isi percakapan tidak ikut sebagai isi event. Lead tanpa email tetap terkirim dengan data yang ada.

Bagaimana siklus penjualan yang panjang dipetakan ke status lead?

Siklus travel panjang karena keputusan jamaah panjang. Status lead memecahnya menjadi tahap yang bisa dihitung. Status lead berjalan dari Baru sampai Loss. Anda menentukan arti tiap status untuk tim. Tabel di bawah hanya satu contoh pemetaan. Untuk cerita lengkap siklus haji, baca skenario tracking iklan travel haji.

Tahap di travelStatus leadMeta, Google Ads, TikTok (tipe Penjualan)
Chat atau klik pertamaBaruAddToCart, generate_lead, ViewContent
CS menyapa dan mengirim brosurDihubungiContact, working_lead, Contact
Calon jamaah membalas dan bertanya detailMeresponsLead, working_lead, Lead
Jadwal, kuota, dan anggaran cocokBerkualitasLead, qualify_lead, Lead
Minta formulir daftar atau janji ke kantorHotSubmitApplication, working_lead, SubmitApplication
Penawaran paket terkirimProposalInitiateCheckout, working_lead, InitiateCheckout
Tawar-menawar paket atau jadwalNegosiasiAddPaymentInfo, working_lead, AddPaymentInfo
Tagihan DP terkirimFaktur DikirimAddPaymentInfo, add_payment_info, AddPaymentInfo
DP diterimaClosingPurchase, purchase, Purchase
Batal atau pindah travelLossLeadLost, close_unconvert_lead, tanpa event

Tiga hal perlu Anda ketahui sebelum memakai tabel ini.

  • Dua status yang memakai nama event yang sama hanya mengirim satu kali. Merespons dan Berkualitas sama-sama Lead di Meta, jadi status kedua tampil Dilewati.
  • Chat dari iklan Click-to-WhatsApp lewat dataset CTWA memakai tiga nama event saja: LeadSubmitted, QualifiedLead, dan Purchase. Kolom Meta di tabel berlaku untuk lead landing page.
  • Tipe kampanye Leads memakai pemetaan yang lebih pendek. Pilih Penjualan bila Anda ingin tahap Hot sampai Faktur Dikirim ikut terkirim.

Anda bisa mengganti event tiap sel, atau memilih Tidak dikirim. Perubahan itu Anda lakukan di Pelacakan & Iklan > Konversi.

Bagaimana tim CS berbagi calon jamaah?

Untuk iklan yang menuju landing page, pakai Link WhatsApp. Satu link membagi pengunjung ke beberapa nomor CS. Anda mengatur porsi tiap nomor lewat Bobot Distribusi. Pengunjung yang kembali diarahkan ke agen yang sama selama nomor agen itu aktif. Untuk travel dengan keputusan lambat, hal ini menjaga satu calon jamaah tetap di satu orang.

Buat satu link untuk tiap paket atau kampanye. Isi Template Pesan Default dengan nama paket, supaya CS langsung tahu paket yang ditanyakan dan laporan bisa membedakan kampanye. Halaman Link WhatsApp menampilkan Total Klik dan Total Lead untuk tiap link.

Bila tim perlu data awal, seperti kota asal, jumlah calon jamaah, dan bulan rencana berangkat, pakai Buat Form. Jawaban formulir ikut masuk ke pesan pembuka lewat tag. Panduannya ada di form lead dengan custom field.

Iklan Click-to-WhatsApp berbeda. Tombol iklan membuka chat ke satu nomor tujuan. Tim membalas dari Kotak Masuk, dan status lead menunjukkan tahap tiap orang.

Bagaimana DP, pelunasan, dan nilai closing sampai ke platform iklan?

Closing terjadi saat CS memilih status Closing. Konektor.id membuka kotak Nilai closing. CS mengisi nilainya dan mengklik Simpan closing. Event Purchase lalu keluar ke platform yang terhubung.

Anda perlu memutuskan satu hal sejak awal: Closing berarti DP atau pelunasan. Konektor.id mengirim Purchase satu kali per lead. Bila Closing berarti DP, pelunasan tidak mengirim sinyal baru. Bila Closing berarti pelunasan, sinyal datang lebih lambat dan lebih pasti. Kedua pilihan sah. Yang penting, seluruh tim memakai pilihan yang sama.

Tentukan juga isi Nilai closing. Contohnya harga paket penuh, atau nominal DP. Pilih satu cara dan catat di panduan tim. Laporan hanya bermakna bila angkanya dihitung dengan cara yang sama.

Mengapa waktu pencatatan penting

Meta hanya menerima event yang umurnya paling lama 7 hari saat dikirim. Sumber resminya ada di bagian Sumber. Konektor.id mengirim event saat status berubah. Jadi catat status pada hari kejadian. DP yang baru dicatat berminggu-minggu kemudian sampai ke iklan dengan jeda yang sama.

Jarak antara klik dan DP bisa panjang. Apakah Meta masih mengaitkan DP itu dengan iklan asal, Meta yang menentukan. Konektor.id tidak bisa memastikannya, dan halaman ini tidak menyebut angka. Log pengiriman hanya membuktikan satu hal: platform menerima event.

Apa yang perlu dijaga soal kebijakan iklan dan data calon jamaah?

Konektor.id mengirim data konversi. Konektor.id tidak membuat atau menyetujui isi iklan Anda. Setiap platform punya kebijakan sendiri, dan Anda yang bertanggung jawab atas iklan yang tayang.

Meta memuat kebijakan tentang atribut pribadi. Menurut Advertising Standards Meta, iklan tidak boleh menyatakan atau menyiratkan atribut pribadi pemirsa, termasuk agama dan keyakinan. Baca kebijakannya sebelum menulis teks iklan. TikTok juga punya TikTok Advertising Policies. Tautan keduanya ada di bagian Sumber.

Konektor.id tidak memeriksa izin penyelenggara Anda. Konektor.id juga tidak memberi nasihat hukum atau agama. Untuk aturan penyelenggaraan perjalanan ibadah, hubungi otoritas resmi penyelenggaraan haji dan umrah.

Untuk data calon jamaah, pegang dua kebiasaan.

  • Pakai event standar. Jangan taruh data sensitif di nama event kustom.
  • Minta dokumen pribadi lewat jalur pendaftaran resmi travel Anda, bukan lewat formulir iklan.

Cara membaca hasilnya

Buka Pelacakan & Iklan > Konversi > Log pengiriman. Baris berstatus Terkirim berarti platform menerima event. Baris Dilewati pada Mode ketat berarti lead tidak terbukti datang dari klik iklan platform itu. Hasil ini wajar saat uji tanpa iklan.

Laporan dan atribusi tetap ada di Ads Manager. Angkanya bisa berbeda dari angka Konektor.id karena tiap platform memakai aturan atribusinya sendiri. Periksa keduanya terpisah.

Event apa yang terkirim ke platform iklan Anda?

EventKapan terkirim
LeadSubmitted, QualifiedLead, PurchaseMeta, untuk chat dari iklan Click-to-WhatsApp lewat dataset CTWA. Status awal dan tengah mengirim LeadSubmitted, Berkualitas mengirim QualifiedLead, Closing mengirim Purchase. Tiap nama terkirim sekali per lead.
Event standar Meta untuk landing pageBaru: AddToCart. Dihubungi: Contact. Merespons dan Berkualitas: Lead. Hot: SubmitApplication. Proposal: InitiateCheckout. Negosiasi dan Faktur Dikirim: AddPaymentInfo. Closing: Purchase. Itu pemetaan tipe kampanye Penjualan.
generate_lead sampai purchase (Google Ads)Baru: generate_lead. Dihubungi, Merespons, Hot, Proposal, dan Negosiasi: working_lead. Berkualitas: qualify_lead. Faktur Dikirim: add_payment_info. Closing: purchase. Lead harus membawa data klik Google yang dikenali.
Event standar TikTok untuk landing pageBaru: ViewContent. Dihubungi: Contact. Merespons dan Berkualitas: Lead. Hot, Proposal, Negosiasi, dan Faktur Dikirim: SubmitApplication, InitiateCheckout, AddPaymentInfo. Closing: Purchase. Lead harus membawa ttclid.
LeadLost (Meta) dan close_unconvert_lead (Google)Saat status lead menjadi Loss, misalnya calon jamaah batal atau pindah travel. Pakai untuk mengecualikan audiens, bukan untuk optimasi. TikTok tidak menerima event untuk Loss.
Nilai closing pada PurchaseSaat Closing, bila Kirim nilai konversi menyala dan Sumber nilai bernilai Nilai closing. Tim mengisi nilai saat memilih Closing.
Pilihan event Anda sendiriDi tabel Event per status lead, Anda bisa memilih event standar lain untuk tiap status, atau memilih Tidak dikirim.

Penanda klik: ctwa_clid, fbclid, gclid, ttclid

Apa syaratnya?

  • Nomor WhatsApp bisnis tersambung ke Konektor.id. Untuk iklan Click-to-WhatsApp, siapkan juga CTWA dengan WABA ID dan Login dengan Meta.
  • Platform iklan yang Anda pakai ditambahkan di Tracking Website, lengkap dengan kunci dari platform itu.
  • Untuk iklan Google dan TikTok: iklan menuju landing page, script tracking terpasang, dan tombol WhatsApp memakai link Direct dari Link WhatsApp.
  • Tim CS mengubah status lead. Tanpa perubahan status, tidak ada event yang keluar.
  • Satu definisi untuk setiap status, terutama Closing: DP diterima atau pelunasan. Seluruh tim memakai definisi yang sama.
  • Untuk mengirim nilai: Kirim nilai konversi menyala, dan tim mengisi Nilai closing saat memilih Closing.

Apa batasnya?

  • Konektor.id tidak mendeteksi pembayaran. Purchase keluar setelah CS atau aturan otomatis mengubah status lead menjadi Closing.
  • Satu nama event bawaan keluar satu kali untuk satu lead. DP dan pelunasan tidak menghasilkan dua Purchase pada lead yang sama, jadi pilih satu titik Closing.
  • Meta hanya menerima event yang umurnya paling lama 7 hari saat dikirim. Konektor.id mengirim saat status berubah, jadi DP yang dicatat terlambat sampai terlambat ke iklan.
  • Berapa lama Meta masih mengaitkan DP dengan iklan asal, Meta yang menentukan. Halaman ini tidak menyebut angka jendela atribusi.
  • Jalur dataset CTWA hanya membawa tiga nama event: LeadSubmitted, QualifiedLead, dan Purchase. Status Loss tidak dikirim lewat jalur itu.
  • Iklan Click-to-WhatsApp menuju satu nomor tujuan. Pembagian chat dengan bobot lewat Link WhatsApp berlaku untuk iklan ke landing page atau link, bukan untuk tombol iklan Click-to-WhatsApp.
  • Iklan pesan TikTok yang membuka WhatsApp langsung ditandai sumbernya, tetapi hasilnya tidak dikirim ke TikTok. Untuk event ke TikTok, pakai landing page.
  • Konektor.id tidak memeriksa izin travel Anda, tidak menilai isi iklan, dan tidak memberi nasihat hukum atau agama. Aturan platform iklan tetap berlaku.
  • Log pengiriman membuktikan bahwa platform menerima event. Laporan dan atribusi di Ads Manager Anda periksa sendiri.
  • Scan QR membaca data iklan lewat jalur tidak resmi yang dapat melanggar ketentuan Meta. Untuk operasional harian, pakai WhatsApp Business Resmi.

Untuk siapa cocok, dan untuk siapa tidak?

Cocok untuk

  • Travel umroh dan haji khusus yang beriklan di Meta, Google, atau TikTok, dan menutup penjualan lewat chat WhatsApp.
  • Tim CS lebih dari satu orang yang perlu membagi calon jamaah dan melihat tahap tiap orang.
  • Pemilik travel yang ingin tahu iklan mana yang menghasilkan DP, bukan hanya chat.

Tidak cocok untuk

  • Travel yang menutup penjualan hanya lewat formulir atau pembayaran di website tanpa percakapan WhatsApp.
  • Tim yang tidak mencatat status lead, karena tidak ada perubahan yang bisa dikirim.
  • Pihak yang mencari jaminan peringkat, biaya per jamaah, atau jumlah jamaah dari iklan.

Bagaimana cara memasangnya?

  1. Hubungkan nomor WhatsApp

    Buka Koneksi > Hubungkan WhatsApp dan pilih jalur nomor Anda. Setelah koneksi berhasil, nomor tampil di Koneksi > Nomor & CTWA.

  2. Tambah platform iklan di Tracking Website

    Buka Pelacakan & Iklan > Tracking Website, lalu klik Tambah platform iklan. Pilih tempat iklan Anda tampil, isi kunci dari platform itu, lalu klik Simpan.

  3. Siapkan CTWA untuk iklan Meta

    Di Koneksi > Nomor & CTWA, klik Siapkan CTWA pada baris nomor. Isi WhatsApp Business Account ID (WABA ID), lalu klik Login dengan Meta.

  4. Buat Link WhatsApp untuk tim CS

    Buka Link & Domain > Link WhatsApp, lalu klik Buat Link. Isi Nama Rotator dan Template Pesan Default. Di Nomor WhatsApp, klik Tambah Nomor, lalu isi Nama Agen, Nomor WhatsApp, dan Bobot Distribusi.

  5. Pilih Tipe kampanye dan baca tabel event

    Buka Pelacakan & Iklan > Konversi. Pilih Tipe kampanye Penjualan, baca tabel Event per status lead, pilih Mode ketat di Strategi kirim, lalu klik Simpan perubahan.

  6. Nyalakan nilai closing

    Di Nilai konversi, nyalakan Kirim nilai konversi dan pilih Nilai closing pada Sumber nilai. Klik Simpan perubahan.

  7. Pasang aturan status

    Buka Percakapan > Aturan Otomatisasi > Template. Pasang Ads Lead ke Merespons untuk iklan Click-to-WhatsApp, atau Tandai Dihubungi Otomatis untuk landing page.

  8. Ubah status sampai Closing

    Kirim chat lewat iklan uji. Di Kotak Masuk atau Leads, ubah status ke Faktur Dikirim, lalu Closing. Isi Nilai closing dan klik Simpan closing.

  9. Baca Log pengiriman

    Buka Pelacakan & Iklan > Konversi > Log pengiriman. Baris platform berstatus Terkirim berarti platform menerima event. Periksa Ads Manager secara terpisah.

Berapa biayanya?

Mulai Rp199.000/bulan. Uji coba 14 hari.

PaketPer bulan
StarterRp199.000
ProRp499.000
EnterpriseRp1.999.000

Lihat semua harga

Pertanyaan yang sering muncul

Software tracking iklan apa yang cocok untuk travel umroh?

Pilih software yang mencatat chat WhatsApp, menyimpan penanda klik iklan, dan mengirim DP ke platform iklan dari server. Konektor.id melakukan itu untuk iklan Meta, Google, dan TikTok. Uji dengan data Anda sendiri selama masa coba.

Bagaimana cara tahu iklan umroh mana yang menghasilkan jamaah DP?

Catat tiap chat dari iklan sebagai lead, lalu ubah statusnya sampai Closing saat DP diterima. Report menampilkan lead dan closing per kampanye, dan platform iklan menerima Purchase untuk iklan yang membawa penanda klik.

Apakah iklan umroh WhatsApp bisa dilacak sampai DP?

Bisa, selama tim mengubah status lead saat DP masuk. Konektor.id tidak membaca bukti transfer. Perubahan status itulah yang memicu Purchase ke platform iklan, dan Log pengiriman menunjukkan hasilnya.

Mana yang dijadikan Closing: DP atau pelunasan?

Pilih satu, lalu pakai konsisten untuk semua lead. Purchase keluar satu kali per lead, jadi pelunasan tidak mengirim Purchase kedua. DP memberi sinyal lebih awal. Pelunasan memberi sinyal yang lebih pasti. Keputusan ada pada bisnis Anda.

Apakah Konektor.id cocok untuk travel haji dengan jarak chat ke DP yang lama?

Lead tetap tersimpan dengan penanda klik selama Anda menyimpannya. Tiap event keluar saat status berubah. Meta menerima event berumur paling lama 7 hari, dan Meta yang menentukan apakah DP lama masih terkait iklan. Halaman ini tidak menjanjikan hasil.

Apakah Konektor.id memeriksa izin PPIU atau PIHK travel saya?

Tidak. Konektor.id tidak memeriksa izin, tidak menilai isi iklan, dan tidak memberi nasihat hukum atau agama. Untuk aturan penyelenggaraan, hubungi otoritas resmi penyelenggaraan haji dan umrah.

Data apa yang dikirim ke platform iklan?

Nama event, waktu, ID event, penanda klik, dan nilai bila Anda menyalakannya. Email dan nomor telepon lead dikirim dalam bentuk hash. Isi chat tidak ikut sebagai isi event. Jangan masukkan data sensitif ke nama event kustom.

Bagaimana CS berbagi calon jamaah tanpa tumpang tindih?

Buat Link WhatsApp dengan beberapa nomor agen dan Bobot Distribusi. Pengunjung yang kembali diarahkan ke agen yang sama selama nomor itu aktif. Untuk iklan Click-to-WhatsApp, tim membalas dari nomor tujuan iklan di Kotak Masuk.

Langkah berikutnya

Sumber